Bachtiar Nasir Mendapat Panggilan Ketiga Dari Polisi

Bachtiar Nasir Mendapat Panggilan Ketiga Dari Polisi – Penyidik Tubuh Resor Kriminil (Bareskrim) Polri pastikan sudah melayangkan surat pemanggilan ke-3 pada Bachtiar Nasir. Bekas Ketua Pergerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu dicheck dalam masalah pendapat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Kepala Biro Penerangan Warga (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan surat pemanggilan itu dikirimkan karena Bachtiar tidak ada dalam kontrol yang direncanakan ini hari, Rabu (8/5).

Mengenai panggilan ini hari adalah pemanggilan yang ke-2 pada Bachtiar dalam kapasitasnya jadi terduga. Menurut Dedi, pemanggilan pertama Bachtiar jadi terduga sudah dikerjakan pada 2018 kemarin.

Gagasannya, kontrol ke-3 pada Bachtiar akan dikerjakan pada Selasa (14/5) minggu kedepan. “Penyidik telah melayangkan pemanggilan ke-3. Yang gagasan beliau akan di panggil Selasa besok, minggu kedepan,” kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (8/5).

Dedi menjelaskan dalam kontrol itu penyidik akan minta info Bachtiar berkaitan tindakan menantang hukum yang berlangsung dalam yayasan itu.

Awalnya, kuasa hukum Bachtiar, Aziz Yanuar menjelaskan ketidakhadiran Bachtiar dalam kontrol ini hari karena client-nya sudah mempunyai pekerjaan serta janji sepanjang Ramadan. Fakta itu, katanya, sudah dikatakan pada penyidik.

“Ya isi pengajian serta semacamnya acara pribadi di seputar Jakarta, saya tidak tahu detil, tetapi komunikasinya semacam itu,” kata Aziz di Bareskrim Polri, Rabu (8/5).

Aziz mengatakan jika client-nya minta supaya pemeriksaannya dipending sampai selesai Ramadan. “Ya harapannya setelah bulan ramadan, sebab ini padat, hanya kelak kita lihat kebijakan serta kebijaksanaan dari pihak kepolisian,” katanya.

Terpisah, Bachtiar Nasir mengemukakan sikap masalah status terduga yang dialamatkan pada dianya. Bachtiar rasakan seperti orang yang tengah dipersekusi atau dikriminalisasi.

“Saat saya melawan persekusi atau kriminalisasi semacam ini, di negeri yang tuturnya demokrasi ini, ya, saya harus memberi hak jawab serta insyaallah saya mantap dengan apa yang akan saya bisa,” kata Bachtiar dalam satu video yang di terima

Ia juga mengutarakan jika Allah akan tetap bersama dengan beberapa orang yang bersabar di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bachtiar akui siap ambil resiko atas semua dakwaan ini sekaligus juga memperjuangkan haknya, walaupun tidak paham apa hukum akan ditegakkan dengan adil serta benar-benar.