BNN Sita 122,15 Kg Sabu dari Tiga Kasus Berbeda di Bulan April 2019

BNN Sita 122,15 Kg Sabu dari Tiga Kasus Berbeda di Bulan April 2019 – Tubuh Narkotika Nasional mengambil alih 122,15 kg sabu dari tiga masalah berlainan di bulan April 2019. Ada 9 orang terduga yang diamankan di beberapa wilayah di Sumatera berkaitan pengungkapan masalah ini.

Pengungkapan masalah ini dikatakan oleh Kepala BNN Komjen Heru Winarko di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019). Ada Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Masalah pertama, ada 60 bungkus paket teh China berisi kira-kira 60 kg sabu yang diambil alih petugas BNN dari terduga berinisial S alias AWI serta SA alias WAN. Kedua-duanya dibekuk petugas di muka SMPN 1 Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Jumat (12/4) seputar jam 12.00 WIB.

Hasil penyidikan petugas, didapati AWI serta WAN yang datang dari Pekanbaru mendapatkan perintah dari seorang berinisial AA untuk ambil barang di Pakning, Kabupaten Bengkalis, Kamis (11/4) memakai mobil sewaan. Setibanya di Bengkalis, AWI serta WAN lalu berjumpa dengan pria berinisial A seputar jam 21.00 WIB yang lalu masukkan 60 bungkus paket teh China ke mobil sewaan itu dibantu 5 orang yang lain diantaranya inisial AK. Terduga AK diamankan dalam tempat terpisah di Dumai.

Masalah ke-2, BNN bersama dengan Bea Cukai membuka peredaran sabu seberat 52,15 Kg dari tiga anggota jaringan sindikat narkotika di Pelabuhan Buruh, Indragili Hilir, Propinsi Riau serta di Batam Kepulauan Kepulauan Riau pada Kamis serta Jumat 25-26 April 2019.

Masalah ke-3 penyelundupan sabu seberat kira-kira 10 Kg di daerah Rata-rata, Sumatera Utara, Kamis (11/4/2019). Pengungkapan bermula dari terdapatnya info pendapat transaksi narkotika di lokasi Jaalan Lintas Sumatera Rata-rata Sumatera Utara.

“Berdasar pada hasil tiga papar masalah diatas, BNN mengambil alih keseluruhan 122,15 Kg sabu serta dengan begitu BNN sudah selamatkan seputar 610.750 jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” tutur Heru.

Selain itu, Irjen Arman Depari memberikan tambahan, sabu yang diselundupkan dalam paket teh China ini dimasukkan dalam paket berlainan.

“Ini ada memang 3 type atau 3 paket yang berlainan. Satu yang cukup hijau, hijau muda. Lalu ini ada hijau lumut. Lalu ini ada hijau sekali. Dari 3 masalah yang kita kerjakan pengungkapan ini, Ada keserupaan serta ada ketidaksamaan. Keserupaan yang pertama, Masalah yang 52 kg serta ini 60 kg itu sumbernya sama. Masuk lewat Riau, Terutamanya di Indragiri Hilir. Karena itu kemungkinan sindikatnya sama. Meskipun barangnya berlainan,” tuturnya.

Arman memberikan tambahan, BNN bekerja bersama dengan Polri BNN serta yang lain selalu tingkatkan pengawasan jalan masuk penyelundupan narkoba baik di Riau, Kepulauan Riau, sampai ke Kalimantan. Masalah sabu dalam paket teh China ini, BNN selalu lakukan peningkatan untuk memberantas jaringan pengedarnya.