Caleg PKS di Purworejo Terkena OTT oleh Bawaslu atas Dugaan Money Politics

Caleg PKS di Purworejo Terkena OTT oleh Bawaslu atas Dugaan Money Politics – Seseorang calon legislatif dari PKS di Purworejo, Jawa Tengah, Ghofururochim terserang Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Bawaslu atas pendapat money politics. Tetapi yang Ghofururochim menyangkal serta malah memberikan laporan balik Bawaslu sebab rasakan namanya dicemarkan.

Ghofururochim yang disebut masyarakat Winonglor, Kecamatan Gebang awalnya terserang OTT Bawaslu Purworejo bersama dengan stakeholder lain di tempat tinggalnya pada Senin (15/4) larut malam.

Didampingi oleh penasehat hukumnya, Teguh Purnomo calon legislatif PKS itu mendatangi Polres Purworejo untuk memberikan laporan Bawaslu.

“Ya jadi kami mengikuti yang berkaitan lapor ke Polres Purworejo berkaitan sikap serta aksi Bawaslu Purworejo di waktu tenang tempo hari pada client kami. Ada tiga hal yang akan kami adukan diantaranya mereka masuk rumah tanpa ada permisi serta izin, mereka ambil beberapa barang yang ada di rumah disangka lewat cara menantang hukum, serta mereka lakukan pencemaran nama baik lewat alat onĺine,” kata Teguh Purnomo di Mapolres Purworejo, Kamis (2/5/2019).

Tidak cuma bawaslu, Teguh menjelaskan jika stakeholder lain yang turut dalam pekerjaan OTT saat itu bersalah, hingga ia akan menyampaikannya di masa datang.

“Mudah-mudahan saja laporannya dapat selekasnya diatasi, bila tidak maka kami lanjutkan ke polda bahkan juga Mabes Polri. Lalu akan kita dalami selanjutnya , bila ada pihak lain yang dapat dibuktikan bersalah yang saat itu ikut juga ke rumah client kami termasuk juga polisi maka kami proses ,” sambungnya.

Selain itu, calon legislatif petahana PKS dari dapil 6 Purworejo itu akui masih dapat meluncur di Pileg 2019 mendapatkan suara lebih dari 2.500 suara.

“Alhamdulillah untuk suara masih bisa lebih dari 2.500 bahkan juga paling tinggi di dapil saya serta insyaallah lolos . Tetapi sebab saya rasakan tidak lakukan money politics serta nama baik saya tercemar ya masih saya adukan serta saya teruskan kasusnya,” katanya.

Dikabarkan awalnya, dalam OTT itu, Bawaslu menyelamatkan tanda bukti berbentuk uang tunai sejumlah Rp 2,75 juta, buku suport yang berisi rincian calon, satu bendel bahan kampanye berbentuk kartu nama, serta satu eksemplar buku rekapitulasi uang. Dugaannya, uang itu akan diberikan pada team kampanye.