Home / Berita Umum / DPR Sudah Didominasi Oleh Konsolidasi Yang Di Pimpin PDI-P

DPR Sudah Didominasi Oleh Konsolidasi Yang Di Pimpin PDI-P

DPR Sudah Didominasi Oleh Konsolidasi Yang Di Pimpin PDI-P – Beberapa jajak opini mendekati Pemilihan presiden 2019 tunjukkan Presiden Joko Widodo berkemungkinan besar akan memenangi waktu jabatan ke-2. Ujian besar pertama dari periode ke-2 Jokowi ialah penentuan kabinetnya. Tetapi, di periode ke-2 Jokowi, infrastruktur serta ekonomi digital selalu di kembangkan, serta Indonesia selalu jadi pasar yang besar serta menarik dengan skema mengkonsumsi demografis yang didominasi pemuda.

Baca Pun: Pemilihan presiden 2019 Dapat Tetapkan Arah Demokrasi Indonesia Waktu Depan

Oleh: Achmad Sukarsono (Control Risks/Forbes)

Sekitar 192 juta orang Indonesia akan pilih presiden pada Pemilihan presiden 2019 yang akan diadakan bertepatan dengan pemilu legislatif pada tanggal 17 April. Berikut yang butuh Anda tahu mengenai pemilihan-pemilihan penting itu serta peluang efeknya pada usaha.

PILPRES 2019
Penentuan Presiden 2019 ini ialah pilpres langsung paling besar di dunia, dengan jumlahnya pemilih yang tinggi. Kandidat-kandidatnya ialah Presiden Joko “Jokowi” Widodo, dari Partai PDI-P, serta Prabowo Subianto, dari partai oposisi, Partai Gerindra.

ADVERTISEMENT
Jokowi: Petahana ialah bekas entrepreneur furniture dari Solo, Jawa Tengah, yang baru mulai tampil di arena nasional dua tahun sebelum dia memenangi kursi kepresidenan pada Pemilihan presiden 2014, menaklukkan Prabowo. Awal mulanya, menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta, Jokowi fokus pada infrastruktur, sarana untuk orang miskin serta membuat kesempatan untuk investasi swasta―dan ini semua jadi feature kepresidenannya sesudah dipilih dalam Pemilu 2014.

Tetapi, menjadi orang yang berasal di luar politik, dia mesti memotong ambisi reformis itu untuk masih mendapatkan suport kepemimpinan dari dalam partainya sendiri serta dari elit politik lain―dan sikap itu sudah menyedihkan beberapa orang.

Prabowo Subianto: Kebalikannya dari Jokowi, Prabowo dipandang seperti anggota elit Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan dari Eropa serta bapak menteri perdagangan, dia masuk dengan TNI serta menikah dengan putri Soeharto―presiden ke-2 Indonesia. Beberapa pendukungnya memberikan pujian pada ia menjadi pemimpin kuat yang diperlukan Indonesia, sesaat beberapa pencela takut akan jingoisme-nya serta sifatnya yang menyukai berperang.

Presidensi Prabowo akan tempatkan kebutuhan nasional serta elit di prioritasnya. Terpelajar, kosmopolitan, serta multibahasa, dia pun seseorang nasionalis ekonomi yang berdedikasi serta tidak takut untuk mainkan kartu Islamis untuk penuhi agendanya, walau dianya tidaklah terlalu Islami.

PEMILU LEGISLATIF YANG KOMPLEKS
Pemilu yang sama utamanya tapi tidak kebanyakan diulas ialah pemilu legislatif, yang akan pilih anggota DPR, DPD, serta DPRD.

DPR serta DPD terhimpun jadi tubuh legislatif paling tinggi yakni MPR. Tapi MPR cuma berjumpa tiap-tiap tahun atau pada acara-acara spesial. Untuk perumusan undang-undang biasa, DPR-lah yang menyarankan serta mengesahkan perancangan undang-undang, serta ini ialah fakta kenapa pilih anggota DPR dalam pemilu legislatif penting. Selain itu, DPD berperan saat proses legislatif menyentuh beberapa hal yang terkait dengan otonomi daerah.

Penentuan untuk membuat DPR begitu kompleks. Indonesia memakai skema rincian partai terbuka. Tiap-tiap partai bisa ajukan calon sebanyak-banyaknya saat ada kursi, serta beberapa partai lakukan hal tersebut. Mengakibatkan, ada sebagian besar kandidat―7.968―yang berkompetisi untuk 575 kursi DPR.

Hitungan putaran pertama akan mengeliminasi partai-partai yang tidak berhasil mencapai 4 % nada nasional; 1/2 dari 16 partai yang berperan serta tidak selamat dari eliminasi pertama ini. Proses alokasi kursi lalu bisa diawali dengan partai-partai yang masih ada. Tetapi, step ini penuh dengan perseteruan atas interpretasi formula alokasi kursi yang kompleks. Calon di rincian diperingkat oleh partai mereka, serta pemilih mempunyai pilihan―untuk pilih partai keseluruhannya, atau untuk pilih calon individu. Ini bermakna jika, bahkan juga di partai-partai, ada pertarungan antar calon.

PEMILU TAMBAHAN
Dengan bertepatan, beberapa pemilih pun ingin memutuskan siapa yang akan duduk di 34 kursi legislatif tingkat propinsi serta 508 kursi dewan tingkat kota/kabupaten (DPRD Kota/Kabupaten). Keseluruhannya, ada 19.817 kursi sub-nasional yang diperebutkan, memakai formula susah yang sama untuk membagikan kursi di DPR.

Baca Pun: Pemilihan presiden 2019: Taktik ala Trump Prabowo yang Menggelisahkan

Semua pengambilan suara ini dilakukan serta dihitung dengan manual, serta hasil pada akhirnya kurang lebih akan diumumkan di akhir Mei. Ini bermakna jika masalah pemerintah, serta pemungutan ketetapan, akan diawali kembali ke bulan Oktober.

KEMUNGKINAN HASILNYA
Control Risk, perusahaan konsultan resiko global, meramalkan penentuan kembali Jokowi berdasar pada popularitasnya yang berkepanjangan, perolehan infrastrukturnya, serta kekurangan konsolidasi Prabowo yang penuh perseteruan. Selama ini tidak ada jajak opini yang meramalkan kemenangan Prabowo; beberapa instansi survey memproyeksikan ada 20 % margin untuk petahana.

Jokowi pimpin jajak opini di sebagian besar propinsi. Jalannya ke arah kekuasaan terlihat jelas, terkecuali ada suatu hal yang fantastis serta tidak tersangka yang mengakibatkan kerusakan daya tariknya diantara pemilih Muslim arus penting.

Dengan itu, kampanye Prabowo akan gulung tikar, kampanye negatif menantang Jokowi yang menyerang dengan agresif dengan memakai tema-tema nasionalistis. Kesempatan Prabowo masih hanya terbatas tetapi kekesalannya peluang akan membuat berupaya keras untuk menggali aib yang betul-betul kuat untuk mencoreng Jokowi.

Partai yang berkuasa peluang akan mengatur DPR , tapi parlemen selanjutnya semakin lebih terdiri. Saat tiga tahun paling akhir, DPR sudah didominasi oleh konsolidasi yang di pimpin PDI-P, tapi PDI-P peluang akan tergelincir ke sebagian besar tipis. Cuma tiga dari sembilan sekutu PDI-P dalam konsolidasi itu yang condong memenangi kursi.

Pada pihak oposisi, tiga partai, termasuk juga Gerindra, peluang akan masuk ke DPR. Ditambah lagi, Gerindra nampaknya bisa menjadi partai nomer dua di parlemen untuk kali pertamanya semenjak dibangun pada tahun 2008, karena penyalonan Prabowo. Gerindra pun mempunyai kesempatan untuk mendapatkan banyak nada sebab sekutu paling besar PDI-P, Golkar, dirundung beberapa skandal korupsi.

Karenanya, perusahaan yang beroperasi di Indonesia mesti bersiap-siap melawan proses parlementer yang berbelit serta penuh dengan perselisihan, serta seseorang presiden dengan potensi yang makin sedikit dalam memutuskan agendanya. Bila ada perselisihan nada (khususnya untuk DPR) serta perselisihan itu sampai dibawa ke pengadilan, proses parlementer akan berjalan lebih lama. Dalam soal ini, pemerintah yang efisien baru dapat diawali di akhir tahun.

MEMILIH PEMENANG DALAM FASE POLITIK INDONESIA BERIKUTNYA
Ujian besar pertama dari periode ke-2 Jokowi ialah penentuan kabinetnya. Ia peluang akan pastikan jabatan ekonomi berada di tangan beberapa teknokrat pro-pasar. Selain itu, dia akan melawan desakan untuk memberikan ‘hadiah’ pada partai-partai yang memberi dukungan pemilihannya kembali, tapi partai-partai ini mustahil ramah pada investasi asing. Pilihan-pilihan itu akan memastikan suara untuk waktu jabatan kedua-duanya: apa agenda reformis Jokowi akan meluncur atau mandek?

Meski begitu, di periode ke-2 Jokowi, infrastruktur serta ekonomi digital selalu di kembangkan. Indonesia selalu jadi pasar yang besar serta menarik dengan skema mengkonsumsi demografis yang didominasi pemuda.

Tetapi, ini ialah politik ‘jangan buat kesalahan’. Usaha asing serta domestik yang akan mendapatkan faedah terbesar dari kebijaksanaan serta liberalisasi Jokowi 2.0 ialah mereka yang beroperasi di sektor-sektor dimana taipan elit tidaklah terlalu ikut serta (seperti e-Commerce), atau dimana modal asing serta ketrampilan tehnis begitu diperlukan (seperti service kesehatan).

Di bidang yang lebih tradisionil, investor asinglah yang bisa menyesuaikan arah komersial mereka dengan arah atau kebutuhan kemakmuran elit lingkaran dalam Jokowi―di bagian-bagian seperti industrialisasi, infrastruktur, atau penambahan BUMN.

Tetapi, reformasi kelembagaan yang sistematis, termasuk juga lembaga-lembaga penting yang melawan investor, tidak bisa menjadi prioritas pemerintah. Kepemimpinan yang membawa ‘terobosan’―yang masih tetap diinginkan dari Jokowi oleh beberapa orang―tampaknya mustahil berlangsung.

Achmad Sukarsono ialah Analis Senior yang meliput Indonesia di Control Risks, perusahaan konsultan spesialis resiko global

About admin