Home / Berita Umum / FBI Memburu Penipu Yang Dijuluki ‘Ratu Penipu Hollywood’

FBI Memburu Penipu Yang Dijuluki ‘Ratu Penipu Hollywood’

FBI Memburu Penipu Yang Dijuluki ‘Ratu Penipu Hollywood’ – Seseorang yang dipanggil ‘Ratu Penipu Hollywood’ tengah dicari Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat atau FBI. Ratu Penipu Hollywood itu mengecoh korban dengan memakai jati diri beberapa eksekutif Hollywood.

FBI sudah membuat suatu situs untuk temukan beberapa korban penipuan tingkat tinggi itu. Seperti dikutip Fox News. Rabu (17/7/2019), langkah ini diambil FBI sesudah beberapa puluh eksekutif populer Hollywood digunakan identitasnya oleh si Ratu Penipu, terhitung eksekutif Marvel Studios, Victoria Alonso.

FBI mengatakan jika penipuan ini nyatanya sudah berjalan semenjak 2013 tetapi baru tersingkap tahun 2018 lalu serta diadukan pertama-tama oleh media The Hollywood Reporter. Dalam pola penipuan ini, satu orang yang dipanggil Ratu Penipu Hollywood ini kirim korban ke Indonesia, dengan alasan mereka “dikasih penempatan spesial serta diminta untuk menggunakan sopir, penerjemah, serta staf simpatisan dengan biaya beberapa ribu dolar”.

Beberapa korban umumnya diperdaya dengan memakai e-mail atau telephone dari mereka yang mengaku-ngaku jadi produser serta beberapa eksekutif Hollywood yang lain.

Pada The Hollywood Reporter, satu diantara korban, aktor Brandon Wengrzynek akui dianya ditelepon oleh Ratu Penipu, yang dengan benar-benar memberikan keyakinan, mengikuti suara eksekutif Marvel Studios, Victoria Alonso. Si Ratu minta aktor itu untuk lakukan audisi telephone sex supaya dianya memperoleh peranan. Wengrzynek akui sudah sempat melayani telephone sex itu sebelum selanjutnya berhenti sebab menganggap tidak nyaman.

Sesudah tahu identitasnya digunakan untuk audisi telephone sex, Alonso asli yang memegang jadi Wakil Direktur Eksekutif Produksi di Marvel Studios, pada April lalu memberi pengakuan pada The Hollywood Reporter. “Saya ingin nama saya bersih. Ini bukanlah langkah kami kerja. Ini bukanlah kami. Kami tidak akan sudah pernah minta beberapa orang lakukan itu,” kata Alonso.

Penipuan ini mulai tersingkap tahun kemarin dengan beberapa petinggi menjelaskan Ratu Penipu kirim korban ke Indonesia untuk “pekerjaan spesial,” serta diperas untuk membayar beberapa ribu dolar untuk sopir serta penterjemah gadungan.

“Dalam masalah penipuan transnasional yang masih berjalan dengan sasaran masyarakat Amerika ini, beberapa korban dikontak dengan SMS, e-mail atau telephone dengan janji pekerjaan mengundang selera dalam bagian hiburan,” demikian peringatan FBI dalam websitenya, Senin Senin (15/7).

“Korban sampai sekarang ini terhitung penulis, aktor alternatif, artis make-up, penyuplai layanan keamanan serta photografer. Beberapa korban disuruh untuk berangkat ke Indonesia, umumnya Jakarta, untuk apa yang mereka ucap eksperimen layanan,” tambah FBI.

“Waktu datang di Indonesia, beberapa korban dijemput oleh supir serta diminta untuk memberi uang dolar Amerika. Beberapa korban terus disuruh uang untuk layanan lain sampai perjalanan usai atau mereka sadar jadi korban penipuan. Korban tidak mendapatkan ubah rugi perjalanan atau dibayar atas pekerjaan mereka waktu ada di Indonesia,” demikian catat FBI dalam websitenya.

Perusahaan keamanan yang berkantor di New York, K2 Intelligence, mencari Ratu Penipu ini sepanjang dua tahun paling akhir tetapi belum juga tertangkap.

“K2 Intelligence menghormati FBI sebab menerbitkan situs untuk cari korban Penipuan Usaha Hiburan di Indonesia, yang diketahui dengan Ratu Penipu Hollywood, langkah yang menolong beberapa korban cari keadilan,” kata perusahaan itu dalam satu pernyataan seperti dikutip BBC, Rabu (17/7/2019).

“Kami benar-benar bangga dengan team kami yang di pimpin Nicoletta Kotsianas, dalam penyidikan serta menolong ungkap penipuan dengan akui jadi wanita punya pengaruh di Hollywood serta tokoh punya pengaruh lain dan korban penipuan lain yang dikirim ke Indonesia serta uangnya tidak sudah pernah ditukar,” tambah perusahaan itu.

Menyikapi ini, Seperti dikutip Deutsche Welle (DW), Rabu (17/7/2019), pada DW Indonesia, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan sekarang ini Polri belum terima terdapatnya laporan berkaitan masalah itu. “Ya menanti korban dahulu mengenai momen itu,” tutur Dedi singkat waktu dihubungi DW Indonesia. Dia mengatakan Polri siap merajut komunikasi dengan FBI untuk menolong ungkap dalang penipuan ini.

Agen spesial FBI yang mengatasi masalah ini, Todd Hemmen, dalam satu pengakuan menjelaskan beberapa aktor adalah orang yang profesional. “Beberapa aktor nampaknya lakukan kerjaannya dengan benar-benar cermat, baik dengan mengecek latar jati diri fiktif mereka, hingga tahu beberapa hal mengenai individu yang mereka catut, sampai mengecek secara detail pekerjaan yang dikerjakan beberapa korban,” jelas Todd.

FBI sendiri tidak mengatakan dengan tentu jumlahnya korban atau kerugian yang disebabkan pola penipuan ini. Tetapi satu firma penyelidikan K2, yang akui ikuti perubahan masalah ini, sudah minta info pada seputar 100 orang korban. Paling tidak beberapa korban alami kerugian sebesar US$ 3.000 untuk ongkos perjalanan serta fasilitas sepanjang di Indonesia.

About penulis77