Home / Berita Umum / Karena Memukuli Istrinya Suardi Warga Tanjung Laut Diringkus Polisi

Karena Memukuli Istrinya Suardi Warga Tanjung Laut Diringkus Polisi

Karena Memukuli Istrinya Suardi Warga Tanjung Laut Diringkus Polisi – Suardi (46) warga Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur, diringkus polisi. Dia disangka memukuli istrinya, Asni (46), bertubi-tubi bukan sekedar tangan kosong, tetapi memakai gagang sapu sampai patah. Problemnya remeh, dikarenakan istrinya membuat perlindungan anaknya dari amarah Suardi.

Info didapat, perseteruan rumah tangga Suardi serta Asni, bukan sekedar sekali ini saja. Terlebih dulu, Asni disangka sering dianiaya waktu suami sahnya itu sekali lagi emosi. Puncaknya, berlangsung Jumat (6/4) pagi kemarin.

Suardi murka karena anaknya pulang tengah malam. Asni berupaya membuat perlindungan anaknya. Lihat Suardi ambil gagang sapu, Asni pilih masuk kedalam kamar.

Suardi tidak tinggal diam. Dia lalu masuk kedalam kamar, serta memukuli istrinya itu sampai merintih kesakitan. Perbuatan itu selalu dikerjakan Suardi yang telah gelap mata, sampai pukulan gagang sapu menyebabkan 3 gagang sapu patah.

Asni yang bekerja jadi PNS di lingkup Pemkot Bontang itu tidak tahan sekali lagi. Dia bergegas melapor ke Polres Bontang didampingi tetangganya. Dia melapor dianiaya suaminya sampai sesi belur.

Dari laporan istrinya, polisi lalu menangkap Suardi satu hari lalu, Sabtu (7/4) di tempat tinggalnya. Suardi mengaku tindakannya dihadapan polisi.

” Peristiwa itu benar, korban dianiaya suaminya gunakan gagang sapu, ” kata Kasubbag Humas Polres Bontang Iptu Suyono, Rabu (11/4).

Hingga hari ini, polisi selalu memahami motif sesungguhnya Suardi, memukuli istrinya berkali-kali. ” Motifnya masih tetap didalami. Kurang tahu masalah itu (peluang Suardi tengah stres berat), ” tutur Suyono.

” Info awal, aktor ini memarahi anaknya karna pulang. Lalu ibunya membela, hingga berlangsung itu (Asni dipukuli berkali-kali hingga gagang sapu patah), ” lebih Suyono.

Suyono meyakinkan, Suardi saat ini meringkuk di penjara. Dia dijerat dengan Undang-undang No 23 Th. 2004 Mengenai Penghilangan Kekerasan Dalam Tempat tinggal Tangga (KDRT). ” Telah diamankan. Yang pasti, penyidik masih tetap memahami motifnya, ” sekian Suyono.

About admin