Home / Berita Umum / Komplotan Pembuat KTP, KK, Hingga Buku Nikah Palsu Diringkus

Komplotan Pembuat KTP, KK, Hingga Buku Nikah Palsu Diringkus

Komplotan Pembuat KTP, KK, Hingga Buku Nikah Palsu Diringkus – Persekutuan pembuat dokumen palsu yg membanderol tarif juta-an rupiah ditangkap. Persekutuan ini terima pembuatan KTP, Kartu Keluarga, sampai buku nikah palsu.

Ada lima terduga yg ditangkap. Mereka ialah Yudi Priambodo (35), Ahmad Basir (46), Laras (36), Sosiawan (44), serta Tjuk Biantoro (47). Mereka adalah penduduk Sidoarjo.

Direskrimum Polda Ja-tim Kombes Pol Gupuh Setiyono menuturkan penangkapan lima orang itu berasal dari kabar penduduk pada 13 November saat lalu. Polisi lantas pada akhirnya temukan dua pemeran ialah Yudi Priambodo serta Ahmad Basir.

“Selesai kami mengerjakan pengecekan lebih dalam pada Yudi serta Basir, mereka mengakui sempat membuat KTP palsu untuk nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) biar dapat dipakai untuk mengerjakan peminjaman dengan cuma memanfaatkan KTP serta kartu keluarga (KK) palsu di BPR yg berada di Surabaya serta Sidoarjo,” kata Gupuh kala launching di Mapolda Ja-tim, Senin (3/12/2018).

Selesai memahami dua terduga, polisi tangkap akhrinya tangkap dua terduga beda. Ke dua terduga ialah Sosiawan serta Tjuk Biantoro diamankan di daerah Pasar Puspo Argo, Taman, Sidoarjo.

Dalam penangkapan ini, polisi pun mengamankan buku nikah palsu yg dipesan oleh Laras. Gupuh memaparkan dalam pembuatan dokumen palsu, Yudi serta Basir berperan sebagai penghubung. Pekerjaannya mencari serta terima pesanan buat bikin KTP serta KK palsu pada harga Rp 1,4 juta.

Lantas, kedua-duanya membeli pada seorang yg berinisial H pada harga Rp 1 juta. Saat ini H masuk dalam jadwal pelacakan orang (DPO).

Gupuh memberi tambahan persekutuan ini telah tiga tahun mengerjakan pemalsuan dokumen. Mereka pun adalah satu pada tiga jaringan besar yg membuat dokumen palsu.

“Bila menyaksikan dokumen, ada beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu. Kami tengah memahami keterkaitan beberapa pihak seperti dari pihak kreditur atau dari bermacam lembaga yg namanya dicatut di sini,” tambah Gupuh.

Atas kelakuannya ke lima terduga dijaring clausal 263 jo clausal 55 serta 56 KUHP. Polisi pun mengamankan sejumlah barang untuk bukti dari terduga. Ialah LCD, satu PC, satu printer, satu paket alat catat, empat bantalan stempel serta 22 stempel palsu dari bermacam lembaga.

Tidak hanya itu, ada 274 lembar kartu keluarga palsu yg 150 antara lain telah diciptakan. Ada pula lima lembar buku nikah, tiga akta kelahiran, enam buku nikah palsu, 68 lembar kartu surat pemberitahuan pajak (SPT) serta akta tanah yg dijaminkan pada bank.

About admin