Lendir Katak Bisa Jadi Vaksin Flu

Lendir Katak Bisa Jadi Vaksin Flu – Sebelumnya kulkas di ciptakan, penduduk Rusia serta Finlandia memasukkan katak kedalam ember diisi susu supaya tak basi. Hal ini karna lendir yang melingkupi kulit katak bisa membunuh beragam jenis bakteri serta virus.

Tetapi, penemuan baru buka satu peluang penambahan : lendir katak sebagai obat serta vaksin buat flu.

Dieksposkan dalam jurnal Immunity, Joshy Jacob, Associate Professor di Emory Vaccine Center, Emory University, berbarengan timnya temukan senyawa baru dalam lendir katak India yang memiliki ukuran sebesar bola tenis, Hydrophylax bahuvistara.

Senyawa itu bisa menetralisir strain virus flu H1 yang bisa menjangkit manusia serta hewan.

“Di saat lantas, buat temukan obat, Anda butuh menginvestigasi beberapa ribu atau bahkan juga jutaan calon buat temukan satu atau dua peptid yang bisa menetralisir virus. Dalam masalah ini, kita mencermati 32 peptida dari satu katak serta temukan empat sekalian, ” ucap Jacob.

Sayangnya, tiga diantara empat peptida itu diketemukan beracun buat manusia saat dikenalkan pada sel darah merah serta cuma peptida keempat yang terlihat aman.

Penilaian dibawah mikroskop elektron tunjukkan kalau peptida itu menganggu keutuhan virus H1 tanpa ada mengakibatkan kerusakan sel keseluruhannya dengan mengikat hemaglutinin, ruang virus yang sampai kini jadi konsentrasi analisis dalam membuat vaksin buat influenza.

Beberapa peneliti juga menamai peptida ini urumin dari urumi, satu pedang dengan mata fleksibel dari propinsi Kerala, India, tempat asal katak itu.

Jacob berkata kalau katak itu sesungguhnya tak memiliki kandungan semakin banyak peptida yang melawan bakteri serta virus dari pada manusia ataupun hewan yang lain.

“Namun, menyatukan peptida dari kulit katak lebih gampang buat dikerjakan, ” tuturnya.

Bahkan juga, menerapkan sedikit surprise listrik atau bedak pada kulit katak bakal bikin hewan ini menghasilkan semakin banyak lendir yang kaya peptida.

Untuk mengetahui keefktifan urumin pada virus influenza, beberapa peneliti lalu jalankan eksperimen dengan menempatkannya di depan hidung tikus yang belum divaksinasi. Tikus-tikus ini lalu dilewatkan terinfeksi oleh beragam jenis virus influenza.

Urumin sanggup menetralisir semuanya strain H1, termasuk juga yang datang dari th. 1930-an. Tetapi, peptida ini tak mempunyai resiko apa-apa pada strain yang lain, termasuk juga H3N2.

Kini, Jacob serta timnya tengah mengupayakan menyetabilkan urumin buat pemakaian manusia. Dia memprediksi penyembuhan ini bakal siap buat diperlukan jangka waktu 10 th..