Home / Berita Umum / Rasa Dendam Di Lewatkan Lewat Satu Buah SMS Ada Bom Di Kereta Itu

Rasa Dendam Di Lewatkan Lewat Satu Buah SMS Ada Bom Di Kereta Itu

Rasa Dendam Di Lewatkan Lewat Satu Buah SMS Ada Bom Di Kereta Itu – Dendam Aris Wahyudi (31) pada kondektur kereta barah Merak-Rangkasbitung membuatnya terancam tidak dapat turut rayakan Idul Fitri th. ini. Rasa dendam itu diluapkan lewat satu buah SMS pada seseorang kondektur kereta barah kalau di kereta itu ada bom.

Gara-gara ketikan jari tangannya pada telephone selulernya, warga Kasemen, Kota Serang, itu digelandang deretan Reskrim Polres Cilegon atas tuduhan tidak mematuhi Pasal 27 ayat 4 UU ITE. Aris terancam penjara sepanjang 6 th..

Aris di tangkap polisi pada Sabtu (2/6/2018) jam 03. 00 WIB. Terlebih dulu, pada Jumat (1/6) pemeran berkirim pesan singkat pada seseorang kondektur KA Merak-Rangkasbitung kalau ada bom di kereta itu. Akhirnya, penumpang kereta barah di turunkan paksa sesampai di Stasiun Cilegon. Tim Gegana yang datang segera lakukan sterilisasi di tiap-tiap gerbong kereta serta pojok stasiun.

” Jadi dia itu nyatanya dendam sempat dimarahi sama kondektur saat dia naik kereta dari Rangkasbitung. Terus kan dia ngelihat ada officer in duty (nomor telephone) yang di kereta. Di kirim SMS-lah, nyatanya HP Pak Rasidi kondektur yang tempo hari. Terus kita lacak, (selanjutnya) bisa barusan subuh, ” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso.

Rizki menyebutkan rasa dendam pemeran muncul sementara dianya naik kereta barah dari Rangkasbitung ke Merak. Saat itu dia dimarahi oleh kondektur, tapi tidak di ketahui tentunya pemicu Aris dimarahi sampai menyebabkan dendam.

” Jadi bukanlah Pak Rasidi juga yang berangi dia. Tapi, karna dendam cocok naik kereta, ada officer in duty, dicatat nomornya, di-SMS tempo hari, ” katanya.

Aris mengaku sudah berkirim pesan singkat bernada ancaman dengan bunyi SMS ‘Selamat siang, saya berikan tahukan di kereta lokal Merak saya ketahui lebih dari satu bom, Anda tunggulah saja’.

Gegana Segera Sisir Kereta Demikian Ada Ancaman Bom

Sebuah pesan singkat ancaman teror bom yang di kirim oleh Aris pada petugas kereta barah rute Merak-Rangkasbitung segera direspons oleh aparat. Tim Gegana Satbrimob Polda Banten segera lakukan sterilisasi gerbong kereta serta stasiun.

Peristiwa itu berlangsung sekitaran jam 16. 00 WIB, Jumat (1/6) , kereta barah dengan nomor perjalanan KA 469 melaju dari arah Merak ke Rangkasbitung, memperoleh SMS ancaman itu. Kereta barah lantas diberhentikan sesaat di Stasiun Cilegon.

” Peristiwa jam 16. 00 WIB. Dari petugas kami kalau ada ancaman bom lewat SMS, kami sebagai pegawai stasiun segera menghubungi polres paling dekat, yaitu Polres Cilegon. Petugas dari Polres segera mengontak Gegana serta segera lakukan sterilisasi, ” kata Kepala Stasiun Kereta Barah Cilegon Muhammad Azizi pada wartawan, Jumat (1/6) .

Tim Gegana yang datang segera lakukan sterilisasi di tiap-tiap pojok gerbong ataupun stasiun kereta barah. Penumpang selanjutnya di turunkan sesaat untuk keamanan.

” Alhamdulillah, dari penyisiran aman, tidak berlangsung apa-apa, cuma SMS ancaman saja, ” katanya.

Sesaat itu, Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten AKBP Indra Yanitra Irawan menyebutkan, sesudah dilaksanakan penyisiran, tidak diketemukan suatu hal yang berbau bahan peledak.

About admin