Satres Narkoba Polresta Sukabumi Meringkus Tiga Orang Pemuda Edarkan Obat Ilegal

Satres Narkoba Polresta Sukabumi Meringkus Tiga Orang Pemuda Edarkan Obat Ilegal – Satres Narkoba Polresta Sukabumi meringkus tiga orang pemuda yang mengedarkan obat untuk pasien parkinson merk Hexymer dengan ilegal.

Berdasarkan penjelasan beberapa aktor obat Hexymer itu didapat dari seorang di Jakarta. Oleh mereka satu botol obat berisi 1.000 butir di jual pada harga Rp 1 juta pada konsumen.

Aktor semasing berinisial AA, A, FM serta DS. Mereka diringkus dengan belasan ribu butir obat-obatan yang didapat serta disebarkan dengan ilegal.

“Info dari Dinas Kesehatan, obat Hexymer itu dipakai untuk memudahkan pasien parkinson. Masuk daftar G atau harus memakai resep doktet. Tetapi dapat mereka dapatkan dengan ilegal dari seorang,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo, Kamis (16/5/2019).

Tidak hanya obat parkinson, dari ke-3 aktor polisi menyelamatkan tanda bukti obat ilegal yang lain type Tramadol. Obat Tramadol sendiri semestinya dipakai jadi penahan ngilu saat operasi atau melahirkan.

“Jika dikonsumsi melewati dosis, obat-obat ini justru akan membuat dampak mabuk atau dampak yang lain yang mungkin dengan medis membahayakan. Sesaat mereka mengedarkan serta menjualnya dengan ilegal,” tuturnya.

Dalam tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Neny membetulkan obat-obatan type Hexymer masuk ke daftar G alias tidak dapat disebarkan dengan bebas tanpa ada resep dokter.

“Obat itu dipakai spesial untuk pasien parkinson, mereka yang memperoleh obat-obatan itu dengan ilegal mengonsumsinya terlalu berlebih untuk dampak simulasi pada syaraf serta efek itu yang diambil oleh beberapa pelakunya dampaknya serta itu tidak baik untuk badan,” sebut Rita.

Tidak hanya menyelamatkan tiga orang pemilik serta penjual obat ilegal polisi menyelamatkan 29 aktor kejahatan narkoba type sabu serta ganja dan minuman keras. Dari tangan mereka polisi menyelamatkan tanda bukti berbentuk beberapa puluh gr sabu serta ganja.