Home / Berita Umum / Selain Incar Perhiasan, Pria Ini Juga Gauli Korban yang Tengah Mandi di Sungai

Selain Incar Perhiasan, Pria Ini Juga Gauli Korban yang Tengah Mandi di Sungai

Selain Incar Perhiasan, Pria Ini Juga Gauli Korban yang Tengah Mandi di Sungai – Perbuatan nekat pria ini tidak sekedar mengupayakan merampok perhiasan yang melekat di tubuh korban. Namun ikut menggauli korban yang tengah mandi di sungai.

Entahlah mimpi apakah tadi malam, yang tentunya ini hari Sunartin (42) alami peristiwa yang mengerikan. Dia terserang perampok kala membasuh pakaian serta mandi di sungai yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Jalan Pisang Agung, Sukun, Kota Malang.

Pemeran yang lantas didapati bernama Hasan Fauzi (27) tidak sekedar bermaksud merebut perhiasan yang melekat di badan korban, namun ikut mau menggauli watita berumur 42 tahun itu. Lebih kala itu korban dalam kondisi tiada pakaian sebab ingin mandi.

“Korban kala itu bakal mandi, situasi tidak memakai pakaian,” kata Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta, Senin (11/2/2019).

Biarpun selamat dari usaha pemerkosaan, korban alami luka gara-gara pukulan kayu dibagian kepala. Lebih kronis dari korban, pemeran berubah menjadi bulan-bulanan periode yang dengar teriakan korban memohon tolong.

“Sewaktu korban membasuh serta mandi di sungai, pemeran ada memukul kayu di kepala sisi belakang. Kepala korban ikut ditenggelamkan ke sungai, dalam situasi tidak berkemampuan, pemeran mengupayakan merebut cincin serta menyetubuhi korban,” jadi Anang.

Polisi langsung mengamankan pemeran yang udah fase belur. Sama dengan pemeran, korban lantas ikut dievakuasi serta dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis.

Usaha korban untuk memperoleh pertolongan udah di awali mulai sejak pertama terserang. Tapi teriakan korban membuat pemeran makin ganas menyerang. Dalam situasi tidak berkemampuan, kepala korban ditenggelamkan di air hingga tidak sadarkan diri sekejap.

Sampai waktu ini korban masihlah menekuni perawatan. Tidak cuman kuka dibagian kepala, korban ikut alami trauma mendalam. Berkenaan pemeran, pihak kepolisian ikut belum juga dapat memintai info berkenaan perkara kejahatannya itu.

“Kami belum juga memohon info pemeran lewat cara lengkap. Sebab dalam perlakuan medis,” tandas Anang.

About admin